
Akses menuju puskesmas di wilayah Sekotong, Lombok Barat, menjadi kendala serius bagi warga. Seorang pasien asma terpaksa harus digendong oleh keluarganya untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi ini terjadi akibat jalan utama yang putus selama dua hari.
Jalan yang terputus tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Warga yang tinggal di daerah terdampak harus mencari alternatif lain untuk mencapai puskesmas. Salah satu warga yang mengalami kesulitan adalah seorang pasien asma yang membutuhkan penanganan segera.
Pasien tersebut, yang diketahui bernama Samsul Hadi (45), mengaku sesak napas dan harus segera mendapatkan oksigen. Karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan, keluarganya memutuskan untuk menggendongnya sejauh kurang lebih satu kilometer menuju puskesmas terdekat.
Peristiwa ini menyoroti betapa rentannya akses kesehatan di daerah terpencil. Masyarakat berharap pemerintah setempat segera memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak agar kejadian serupa tidak terulang. Pasalnya, akses kesehatan yang cepat dan mudah adalah hak dasar setiap warga negara.
Kepala Puskesmas setempat, dr. Andi Pratama, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi jangka pendek. Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah penyediaan jalur darurat atau rute alternatif sementara.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Kami berharap perbaikan jalan bisa segera dilakukan agar pelayanan kesehatan tidak terganggu,” ujar dr. Andi.
Sementara itu, warga sekitar berharap agar pemerintah tidak hanya memperbaiki jalan, tetapi juga membangun infrastruktur pendukung lainnya seperti jembatan yang lebih kokoh. Dengan demikian, akses transportasi dan kesehatan di wilayah Sekotong bisa lebih terjamin.