
Seorang kepala bidang onkologi asal Vietnam yang praktik di Jepang menegaskan bahwa penanganan kanker tidak bisa hanya berfokus pada pengobatan tumor semata. Menurutnya, pendekatan holistik yang melibatkan aspek fisik, mental, dan sosial pasien sangat penting untuk hasil yang optimal.
Dalam praktiknya, banyak pasien kanker yang datang dengan kondisi tumor yang sudah diobati, namun masih mengalami masalah kesehatan lain yang memengaruhi kualitas hidup mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pengobatan tumor saja tidak cukup untuk memulihkan kesehatan secara menyeluruh.
Ahli tersebut menekankan perlunya integrasi antara terapi medis, dukungan psikologis, dan perawatan paliatif sejak awal diagnosis. Pendekatan komprehensif ini dapat membantu pasien menghadapi efek samping pengobatan, mengurangi stres, dan meningkatkan harapan hidup.
Selain itu, edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai penyakit kanker serta pilihan pengobatan juga menjadi kunci. Dengan pemahaman yang baik, pasien dapat berpartisipasi aktif dalam proses penyembuhan dan membuat keputusan yang tepat bersama tim medis.
Di Jepang, sistem kesehatan telah mengadopsi pendekatan multidisiplin dalam penanganan kanker, melibatkan dokter spesialis, perawat, psikolog, ahli gizi, dan pekerja sosial. Model ini diyakini mampu memberikan perawatan yang lebih manusiawi dan efektif.
Bagi pasien kanker di Indonesia, pelajaran berharga dapat diambil dari pengalaman ini. Penting untuk tidak hanya fokus pada pengobatan tumor, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan pasien secara keseluruhan.