
Adik kandung Presiden Prabowo Subianto, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, meluapkan kemarahannya terhadap oknum birokrasi yang dianggap menghambat program unggulan pemerintahan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan sang kakak disebut-sebut sedang digerogoti oleh ‘tumor’ ganas di dalam tubuh birokrasi.
Dalam pernyataan tegasnya, ia menyatakan bahwa praktik-praktik tidak sehat ini harus segera dihentikan. ‘Kita bersihkan! Tidak boleh ada yang main-main dengan program yang langsung menyentuh rakyat,’ ujarnya dengan nada tinggi.
Program MBG sendiri merupakan salah satu janji kampanye Presiden Prabowo yang bertujuan untuk memberikan asupan gizi seimbang kepada anak-anak sekolah dan ibu hamil di seluruh Indonesia. Namun, di lapangan, ditemukan berbagai penyimpangan seperti mark-up anggaran, pengadaan bahan baku yang tidak sesuai spesifikasi, hingga pungutan liar yang dilakukan oleh oknum pejabat.
‘Ini seperti tumor yang harus diangkat. Kalau dibiarkan, akan menyebar dan merusak seluruh organ pemerintahan,’ tambahnya. Ia pun mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang terbukti menghambat program tersebut, tanpa pandang bulu.
Langkah ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk aktivis anti-korupsi yang selama ini mengkritik lambannya penanganan kasus serupa di era sebelumnya. ‘Kami apresiasi sikap tegas ini. Semoga bukan sekadar retorika, tapi ada tindakan nyata di lapangan,’ ujar salah seorang aktivis.
Pemerintah pun berjanji akan membentuk tim khusus untuk mengawal program MBG agar berjalan transparan dan akuntabel. Tim ini akan terdiri dari aparat penegak hukum, auditor independen, dan perwakilan masyarakat sipil.
Dengan adanya pernyataan keras ini, publik berharap program MBG tidak hanya menjadi jargon politik, tetapi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil yang membutuhkan.