
Mahasiswa Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sektor peternakan. Kali ini, mereka memberikan pelatihan dan pembekalan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ciadeg dengan menggunakan biodesinfektan berbahan dasar daun sirih. Inovasi ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit pada hewan ternak secara alami.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang melibatkan sejumlah mahasiswa dari berbagai jurusan. Mereka memperkenalkan konsep desinfektan ramah lingkungan yang dibuat dari ekstrak daun sirih. Daun sirih dikenal memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang efektif, sehingga cocok digunakan sebagai alternatif pengganti bahan kimia sintetis.
Para pengurus BUMDes Ciadeg mendapatkan pelatihan langsung mengenai cara pembuatan dan aplikasi biodesinfektan ini. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu memproduksi sendiri desinfektan alami untuk menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar ternak. Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko penyakit yang sering menyerang hewan, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) atau infeksi bakteri lainnya.
Selain memberikan solusi kesehatan, penggunaan biodesinfektan daun sirih juga dinilai lebih ekonomis dan berkelanjutan. Bahan bakunya mudah didapatkan di sekitar desa, sehingga BUMDes Ciadeg dapat mengelola biaya operasional secara lebih efisien. Inisiatif ini pun diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola peternakan secara modern dan ramah lingkungan.