
Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan mamografi, yang biasa digunakan untuk mendeteksi kanker payudara, ternyata juga dapat memberikan petunjuk tentang risiko penyakit jantung pada perempuan. Temuan ini membuka peluang baru dalam deteksi dini masalah kardiovaskular tanpa perlu menjalani tes tambahan yang rumit.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal kedokteran terkemuka menunjukkan bahwa kepadatan jaringan payudara yang terlihat pada mamografi dapat dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung. Wanita dengan kepadatan payudara tinggi cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, sementara mereka yang memiliki kepadatan rendah justru berisiko lebih tinggi.
Para ahli menjelaskan bahwa kalsifikasi pada arteri payudara yang terdeteksi melalui mamografi juga bisa menjadi indikator adanya penumpukan plak di pembuluh darah koroner. Hal ini serupa dengan proses yang terjadi pada penyakit jantung koroner. Dengan demikian, mamografi tidak hanya berfungsi sebagai alat skrining kanker payudara, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menilai kesehatan jantung secara sekilas.
Profesor kardiologi dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Kusuma, Sp.JP, menambahkan bahwa temuan ini sangat bermanfaat terutama bagi perempuan yang belum pernah melakukan pemeriksaan jantung secara khusus. “Dengan satu kali pemeriksaan, wanita bisa mendapatkan informasi tentang dua kondisi kesehatan sekaligus. Ini sangat efisien dan bisa menyelamatkan banyak nyawa,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa mamografi tidak bisa menggantikan pemeriksaan jantung secara menyeluruh. Hasil mamografi sebaiknya digunakan sebagai alat skrining awal yang kemudian perlu dikonfirmasi dengan tes lebih lanjut seperti elektrokardiogram atau angiografi jika ditemukan indikasi risiko tinggi.
Bagi perempuan yang rutin melakukan mamografi, disarankan untuk mendiskusikan hasilnya dengan dokter, termasuk terkait kemungkinan risiko penyakit jantung. Langkah ini bisa menjadi bagian dari upaya pencegahan yang lebih komprehensif.
Penelitian ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara ahli radiologi dan kardiolog dalam menafsirkan hasil mamografi, sehingga manfaatnya bisa maksimal bagi kesehatan perempuan secara keseluruhan.