
Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS, Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan edukasi yang dinamakan Last Action HERO. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pencegahan, penularan, serta stigma yang melekat pada penyakit tersebut.
Kegiatan yang berlangsung dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat ini bertujuan untuk menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi yang akurat dan terkini seputar HIV/AIDS. Melalui Last Action HERO, CIMSA FK USK berharap dapat mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam memerangi penyebaran virus dan mendukung para penderita agar mendapatkan perlakuan yang layak tanpa diskriminasi.
Acara ini juga menjadi wadah bagi para mahasiswa kedokteran untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah, sekaligus mengasah kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat umum. Dengan pendekatan yang interaktif dan mudah dicerna, materi edukasi disampaikan melalui berbagai metode, seperti diskusi kelompok, pemutaran film pendek, dan simulasi kasus.
Lebih lanjut, CIMSA FK USK menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menanggulangi masalah HIV/AIDS. Program Last Action HERO diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan generasi yang sehat dan bebas dari HIV/AIDS, sejalan dengan target nasional untuk mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030.