
Perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, Boostimmune, baru saja mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh hak paten dari Jepang untuk teknologi antibodi TCTP (Translationally Controlled Tumor Protein) yang unik. Teknologi ini diklaim mampu bekerja secara independen dari urutan spesifik (sequence-independent), sehingga memungkinkan pengenalan berbagai varian protein TCTP yang diekspresikan oleh sel-sel tumor.
Paten ini mencakup metode deteksi dan penargetan akumulasi sel-sel penekan turunan dari sumsum tulang (MDSC). MDSC diketahui berperan penting dalam menghambat respons imun tubuh terhadap kanker, sehingga teknologi antibodi ini diharapkan dapat menjadi terobosan baru dalam imunoterapi kanker.
Menurut pernyataan resmi perusahaan, teknologi ini memungkinkan pengembangan antibodi yang dapat mengikat protein TCTP tanpa terbatas pada urutan asam amino tertentu. Hal ini menjadi keunggulan karena protein TCTP sering bermutasi pada berbagai jenis kanker, sehingga pendekatan konvensional seringkali gagal mendeteksi semua variannya.
Dengan paten ini, Boostimmune berencana untuk mempercepat pengembangan obat berbasis antibodi yang menargetkan MDSC. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan kanker, terutama pada pasien yang tidak merespons terapi imun konvensional.
Paten yang diberikan oleh Kantor Paten Jepang ini merupakan pengakuan atas inovasi teknologi antibodi Boostimmune. Perusahaan juga telah mengajukan permohonan paten serupa di beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Eropa, sebagai bagian dari strategi global mereka.