Pusing Akibat Leher? Kenali Cervicogenic Dizziness dan Cara Mudah Mengatasinya

Home blog Pusing Akibat Leher? Kenali Cervicogenic Dizziness dan Cara Mudah Mengatasinya
Pusing Akibat Leher? Kenali Cervicogenic Dizziness dan Cara Mudah Mengatasinya
Pusing Akibat Leher? Kenali Cervicogenic Dizziness dan Cara Mudah Mengatasinya

Apa Itu Cervicogenic Dizziness?

Cervicogenic dizziness adalah kondisi pusing yang berasal dari gangguan pada leher. Berbeda dengan vertigo biasa yang disebabkan oleh masalah telinga bagian dalam, pusing jenis ini dipicu oleh posisi atau gerakan leher yang salah. Banyak orang tidak menyadari bahwa sakit kepala dan rasa kliyengan yang mereka alami sebenarnya berasal dari leher yang kaku atau cedera.

Penyebab Utama

Kondisi ini umumnya terjadi karena adanya ketegangan otot leher, cedera whiplash (seperti akibat kecelakaan), atau masalah pada sendi servikal. Ketika otot atau sendi di leher mengalami gangguan, sinyal yang dikirim ke otak menjadi kacau, sehingga menimbulkan sensasi pusing atau tidak seimbang.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

  • Pusing yang muncul saat memutar atau menundukkan kepala
  • Rasa tidak stabil seperti akan jatuh
  • Sakit kepala tegang di bagian belakang
  • Leher terasa kaku atau nyeri

Gerakan Sederhana untuk Meredakan

Untungnya, ada beberapa gerakan ringan yang bisa membantu mengurangi keluhan tersebut. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Peregangan Leher ke Samping

Duduklah dengan tegak, lalu miringkan kepala ke kanan hingga telinga mendekati bahu. Tahan selama 15-30 detik, lalu ulangi ke sisi kiri. Lakukan 3-5 kali di setiap sisi.

2. Putaran Kepala Perlahan

Dengan posisi duduk tegak, putar kepala ke kanan sejauh mungkin tanpa memaksakan diri. Tahan selama 5 detik, lalu putar kembali ke tengah. Ulangi ke sisi kiri. Lakukan 5-10 repetisi.

3. Angkat Bahu (Shoulder Shrug)

Angkat kedua bahu ke arah telinga setinggi mungkin, tahan selama 5 detik, lalu rileks. Ulangi sebanyak 10 kali. Gerakan ini membantu mengendurkan otot leher bagian atas.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski gerakan di atas bermanfaat, Anda tetap perlu waspada. Jika pusing disertai dengan gejala seperti kesemutan, kelemahan pada lengan, atau sakit kepala parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Penanganan profesional mungkin diperlukan, termasuk fisioterapi atau obat-obatan tertentu.

Dengan mengenali penyebab dan melakukan peregangan secara teratur, Anda bisa mengurangi frekuensi dan intensitas cervicogenic dizziness. Jaga postur tubuh saat duduk dan tidur agar leher tetap sehat.