
Sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa keterlambatan utama dalam penanganan stroke di Indonesia justru terjadi sebelum pasien tiba di fasilitas kesehatan yang memadai. Temuan ini menunjukkan bahwa waktu yang hilang pada tahap pra-rumah sakit menjadi faktor kritis yang mempengaruhi hasil pengobatan.
Menurut data yang dirilis, sebagian besar pasien stroke mengalami penundaan signifikan karena berbagai faktor, mulai dari keterlambatan mengenali gejala, keraguan untuk mencari pertolongan, hingga kesulitan transportasi menuju rumah sakit. Hal ini menyebabkan pasien kehilangan waktu emas (golden hour) yang sangat penting untuk meminimalkan kerusakan otak.
Para ahli menekankan pentingnya edukasi masyarakat tentang gejala awal stroke, seperti mati rasa mendadak pada satu sisi tubuh, kesulitan bicara, atau kelemahan otot. Selain itu, sistem rujukan dan transportasi medis yang cepat juga perlu ditingkatkan agar pasien dapat segera mendapatkan perawatan di rumah sakit yang tepat.
Laporan ini diharapkan dapat mendorong perbaikan sistem kesehatan, terutama dalam mempercepat respons pra-rumah sakit, sehingga angka kematian dan kecacatan akibat stroke dapat ditekan secara signifikan.