
Proses mediasi antara para pelapor dan pihak terlapor dalam kasus dugaan penipuan berkedok investasi donor ginjal masih belum menghasilkan titik temu. Para korban yang merasa dirugikan akhirnya angkat bicara dan mengungkapkan secara rinci kronologi kejadian yang menimpa mereka.
Menurut pengakuan para korban, modus yang digunakan pelaku cukup rapi dan meyakinkan. Mereka diiming-imingi keuntungan besar dalam waktu singkat dengan skema investasi yang tidak biasa. Salah satu korban menceritakan bagaimana ia diajak bergabung melalui ajakan teman dekat dan dijanjikan hasil yang menggiurkan.
“Awalnya saya ragu, tapi karena dijelaskan dengan sangat profesional dan ada bukti transfer ke beberapa orang lain, akhirnya saya tergiur,” ujar seorang korban yang enggan disebutkan namanya.
Para korban mengaku telah menyetorkan sejumlah uang mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Namun, setelah beberapa waktu, janji keuntungan tak kunjung datang dan pelaku justru sulit dihubungi. Barulah mereka sadar telah menjadi korban penipuan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Para korban berharap agar kasus ini segera terungkap dan pelaku dapat ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi yang tidak masuk akal dan menjanjikan keuntungan di luar kewajaran.