
Hepatitis B merupakan penyakit yang dapat dicegah sejak masa kehamilan. Pakar dari Universitas Airlangga (Unair) mengungkapkan pentingnya deteksi dini dan penanganan tepat untuk mencegah penularan virus ini dari ibu ke bayi.
Pencegahan Hepatitis B pada Ibu Hamil
Menurut pakar tersebut, langkah pencegahan utama adalah melakukan skrining hepatitis B pada semua ibu hamil. Skrining ini penting untuk mengetahui status infeksi dan menentukan langkah selanjutnya. Jika ibu hamil terinfeksi, dokter akan memberikan terapi antivirus untuk menekan jumlah virus dalam tubuh.
Selain itu, bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B harus segera mendapatkan imunisasi dan imunoglobulin hepatitis B dalam waktu 12 jam setelah lahir. Langkah ini efektif untuk mencegah penularan vertikal dari ibu ke bayi.
Pentingnya Vaksinasi Hepatitis B
Vaksinasi hepatitis B juga dianjurkan untuk semua orang, terutama mereka yang berisiko tinggi, seperti tenaga kesehatan, pengguna narkoba suntik, dan mereka yang sering melakukan kontak darah. Vaksin ini aman dan efektif untuk mencegah infeksi hepatitis B.
Pakar Unair menekankan bahwa pencegahan hepatitis B harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari skrining, vaksinasi, hingga penanganan pada ibu hamil dan bayi baru lahir. Dengan langkah-langkah ini, angka penularan hepatitis B dapat ditekan secara signifikan.