
Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa pria yang mengidap diabetes memiliki risiko kematian lebih cepat hingga sepuluh tahun jika dibandingkan dengan wanita yang juga menyandang penyakit yang sama. Temuan ini menjadi perhatian serius dalam penanganan dan pencegahan diabetes pada kedua jenis kelamin.
Perbedaan Harapan Hidup Pasien Diabetes Berdasarkan Gender
Riset menunjukkan bahwa diabetes tidak memberikan dampak yang sama antara pasien pria dan wanita. Faktor biologis, kebiasaan hidup, hingga respons terhadap pengobatan menjadi penyebab utama perbedaan angka harapan hidup tersebut.
Faktor Risiko yang Lebih Tinggi pada Pria
- Pria cenderung kurang disiplin dalam mengontrol kadar gula darah.
- Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol yang lebih tinggi memperparah kondisi.
- Pria seringkali menunda pemeriksaan kesehatan dan pengobatan diabetes.
Perlindungan Alami pada Wanita
Wanita memiliki hormon esterogen yang memberikan efek perlindungan lebih baik terhadap komplikasi diabetes, terutama sebelum masa menopause. Hal ini membuat mereka lebih mampu mengendalikan penyakit dan mengurangi risiko kematian dini.
Hasil studi ini menekankan pentingnya pendekatan yang lebih spesifik dalam menangani diabetes pada pria, termasuk dengan edukasi gaya hidup sehat, deteksi dini, dan kepatuhan berobat yang lebih ketat. Dengan begitu, diharapkan kesenjangan harapan hidup antara pria dan wanita dengan diabetes dapat diminimalisir.