
Kabupaten Cirebon mencatat penambahan 195 kasus baru HIV sepanjang tahun ini. Data tersebut menunjukkan bahwa kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) dan penderita Tuberkulosis (TBC) menjadi dua kelompok yang paling rentan terinfeksi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr. Nining Yulistiani, mengungkapkan bahwa temuan ini merupakan hasil dari peningkatan skrining dan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri. “Kami terus mendorong deteksi dini agar penularan bisa segera dihentikan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dari total kasus baru, sekitar 60% di antaranya berasal dari kelompok LSL. Sementara itu, penderita TBC yang juga terinfeksi HIV mencapai 25% dari keseluruhan kasus baru. “Koinfeksi HIV-TBC menjadi tantangan besar karena keduanya saling memperburuk kondisi kesehatan,” tambah dr. Nining.
Ia menjelaskan bahwa penanganan terhadap kelompok LSL dan penderita TBC memerlukan pendekatan khusus. Untuk LSL, edukasi tentang perilaku seksual aman dan penggunaan kondom secara konsisten terus digalakkan. Sedangkan untuk penderita TBC, integrasi layanan HIV-TBC menjadi prioritas agar pengobatan keduanya bisa berjalan bersamaan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon juga berencana memperluas jangkauan layanan tes HIV ke puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. “Kami ingin semua orang yang berisiko tinggi bisa dengan mudah mengakses tes dan mendapatkan pengobatan jika positif,” pungkas dr. Nining.