
Selama ini, kanker paru-paru sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Namun, seorang dokter spesialis mengingatkan bahwa risiko penyakit ini tidak hanya menghantui para perokok aktif. Ada beberapa kelompok lain yang juga memiliki kerentanan tinggi terhadap kanker paru.
Faktor Risiko Kanker Paru Selain Rokok
Dalam sebuah penjelasan medis, dokter mengidentifikasi setidaknya lima kelompok orang yang perlu waspada. Paparan terhadap zat karsinogenik dan faktor lingkungan menjadi penyebab utamanya.
1. Perokok Pasif
Mereka yang sering menghirup asap rokok dari orang lain, baik di rumah maupun di tempat kerja, memiliki risiko yang hampir sama dengan perokok aktif. Asap rokok mengandung lebih dari 70 zat kimia yang dapat memicu kanker.
2. Pekerja yang Terpapar Bahan Kimia Berbahaya
Kelompok ini meliputi pekerja di industri tambang, konstruksi, manufaktur, dan pertanian. Paparan jangka panjang terhadap asbes, arsenik, nikel, kromium, dan radon dapat meningkatkan risiko kanker paru secara signifikan.
3. Individu dengan Riwayat Keluarga
Faktor genetik turut berperan. Jika ada anggota keluarga dekat, seperti orang tua atau saudara kandung, yang pernah menderita kanker paru, maka risiko seseorang untuk terkena penyakit serupa menjadi lebih tinggi.
4. Penderita Penyakit Paru Kronis
Mereka yang memiliki penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), fibrosis paru, atau tuberkulosis paru juga lebih rentan. Kerusakan jaringan paru akibat penyakit tersebut dapat menjadi lahan subur bagi pertumbuhan sel kanker.
5. Orang dengan Paparan Polusi Udara Tinggi
Tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi, terutama partikel halus (PM2.5), juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru. Polusi dari kendaraan bermotor dan asap industri menjadi sumber utama paparan ini.
Dokter menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, terutama bagi mereka yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi. Dengan mengetahui faktor risiko ini, masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.