
Pujian untuk Keteguhan Asma Ahdia
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. Niam, memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap berani yang ditunjukkan oleh Asma Ahdia, seorang kadet yang memperjuangkan haknya untuk tetap mengenakan jilbab di lingkungan pendidikan. Dalam pernyataannya, Prof. Niam menilai bahwa langkah Asma Ahdia merupakan contoh nyata dari keteguhan prinsip dan keberanian moral yang patut dicontoh.
Desakan kepada Universitas Pertahanan
Lebih lanjut, Prof. Niam mendesak pihak Universitas Pertahanan (Unhan) untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka dan menerima kembali Asma Ahdia sebagai kadet. Menurutnya, kebijakan yang membatasi penggunaan jilbab di institusi pendidikan tinggi, khususnya yang bernaung di bawah Kementerian Pertahanan, perlu dievaluasi demi menghormati kebebasan beragama dan hak asasi manusia.
Pentingnya Toleransi dan Inklusivitas
Prof. Niam juga menekankan bahwa sikap inklusif dan toleran terhadap keberagaman, termasuk dalam hal berpakaian sesuai keyakinan, merupakan nilai yang harus dijunjung tinggi oleh setiap lembaga pendidikan di Indonesia. Ia berharap Unhan dapat menunjukkan komitmennya terhadap prinsip-prinsip tersebut dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh kadet tanpa diskriminasi.