
Kepala Kampung Sanoba menyoroti meningkatnya kasus HIV di kalangan pemuda. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak boleh berhenti pada sosialisasi semata, melainkan harus diikuti dengan tindakan konkret dan berkelanjutan.
Dalam pernyataannya, ia mengingatkan bahwa pemuda adalah aset penting bagi masa depan kampung. Oleh karena itu, perlindungan terhadap mereka dari risiko HIV harus menjadi prioritas bersama.
Ia juga mendorong semua pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan lembaga masyarakat, untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi yang tepat serta menyediakan akses layanan kesehatan yang memadai. Menurutnya, pendekatan komprehensif yang melibatkan semua elemen masyarakat akan lebih efektif dalam menekan angka penularan HIV.
Lebih lanjut, ia mengajak para pemuda untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan sesama, serta tidak ragu memanfaatkan fasilitas konseling dan tes HIV yang tersedia. Dengan demikian, diharapkan generasi muda Kampung Sanoba dapat terhindar dari ancaman HIV dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan kampung.