
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu baru-baru ini menggelar kegiatan skrining kesehatan bagi 147 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini berfokus pada pemeriksaan VCT Mobile dan deteksi Hepatitis C, sebagai upaya preventif dan deteksi dini penyakit menular di dalam lapas.
Skrining Kesehatan untuk Deteksi Dini
Kegiatan skrining yang dilaksanakan pada pekan lalu ini bertujuan untuk menjaring kasus-kasus potensial HIV dan Hepatitis C di kalangan WBP. Dengan adanya pemeriksaan VCT Mobile, petugas medis dapat memberikan layanan konseling dan tes sukarela secara langsung kepada para warga binaan. Sementara itu, tes Hepatitis C dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus yang dapat menyebabkan kerusakan hati serius jika tidak ditangani.
Langkah Proaktif Lapas Palu
Kepala Lapas Palu menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada WBP. “Kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang layak, termasuk deteksi dini penyakit menular. Dengan skrining ini, kami bisa segera merujuk mereka yang membutuhkan perawatan lebih lanjut,” ujarnya.
Pelaksanaan skrining melibatkan tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Palu dan didukung oleh petugas Lapas. Proses pemeriksaan berjalan lancar dan tertib, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Para WBP juga mendapatkan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit.
Hasil Skrining dan Tindak Lanjut
Dari 147 WBP yang menjalani skrining, beberapa di antaranya ditemukan memiliki indikasi awal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas kesehatan kemudian memberikan rujukan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih komprehensif. Selain itu, Lapas Palu juga berencana mengadakan kegiatan serupa secara berkala untuk memantau kondisi kesehatan WBP.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak, termasuk dari para warga binaan yang merasa terbantu dengan adanya layanan kesehatan langsung di dalam lapas. Diharapkan, langkah proaktif ini dapat menekan angka penyebaran penyakit menular dan meningkatkan kualitas hidup WBP selama menjalani masa pidana.