
Paparan asap yang terjadi secara berulang dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru, termasuk kanker. Hal ini disampaikan oleh Media Indonesia dalam laporan terbarunya.
Penelitian menunjukkan bahwa asap mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat merusak jaringan paru-paru. Paparan terus-menerus, terutama dari asap rokok atau polusi udara, dapat memicu peradangan kronis yang berujung pada penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) hingga kanker paru.
Para ahli kesehatan menyarankan untuk menghindari paparan asap sebisa mungkin, menggunakan masker saat berada di lingkungan berpolusi, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala gangguan pernapasan seperti batuk berkepanjangan atau sesak napas.
Informasi ini disadur dari laporan Media Indonesia yang mengutip sumber terpercaya di bidang kesehatan.