Dokter Sebut, Bukan Hanya Perokok Aktif, 5 Kelompok Ini Juga Rentan Terkena Kanker Paru

Home blog Dokter Sebut, Bukan Hanya Perokok Aktif, 5 Kelompok Ini Juga Rentan Terkena Kanker Paru
Dokter Sebut, Bukan Hanya Perokok Aktif, 5 Kelompok Ini Juga Rentan Terkena Kanker Paru
Dokter Sebut, Bukan Hanya Perokok Aktif, 5 Kelompok Ini Juga Rentan Terkena Kanker Paru

Selama ini, kanker paru-paru kerap dikaitkan erat dengan kebiasaan merokok. Namun, seorang dokter spesialis paru mengungkapkan bahwa risiko penyakit mematikan ini tidak hanya mengintai para perokok aktif. Ada beberapa kelompok orang yang ternyata juga memiliki kerentanan tinggi terhadap kanker paru, meskipun mereka tidak pernah merokok.

Faktor Risiko di Luar Kebiasaan Merokok

Banyak yang tidak menyadari bahwa paparan terhadap zat-zat berbahaya di lingkungan sehari-hari juga bisa menjadi pemicu kanker paru. Dokter menjelaskan, faktor genetik dan riwayat penyakit tertentu juga memainkan peran penting dalam meningkatkan risiko seseorang.

1. Perokok Pasif

Orang yang secara rutin menghirup asap rokok dari orang lain, baik di rumah, tempat kerja, atau tempat umum, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru. Paparan terus-menerus terhadap asap rokok mengandung karsinogen yang sama dengan yang dihisap oleh perokok aktif.

2. Pekerja yang Terpapar Zat Kimia Berbahaya

Kelompok ini mencakup pekerja di industri pertambangan, konstruksi, manufaktur, dan laboratorium yang sering terpapar asbes, silika, radon, diesel, atau bahan kimia beracun lainnya. Paparan jangka panjang terhadap zat-zat tersebut dapat merusak sel-sel paru dan memicu pertumbuhan kanker.

3. Individu dengan Riwayat Keluarga Kanker Paru

Faktor genetik memegang peranan penting. Seseorang yang memiliki orang tua, saudara kandung, atau anak yang pernah didiagnosis kanker paru-paru memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit yang sama, bahkan jika mereka tidak pernah merokok.

4. Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK adalah penyakit peradangan paru kronis yang menyempitkan saluran udara. Penderita PPOK memiliki risiko kanker paru yang lebih tinggi karena peradangan kronis dan kerusakan jaringan paru yang terjadi secara terus-menerus.

5. Orang dengan Sistem Kekebalan Tubuh Lemah

Individu yang memiliki sistem imun yang terganggu, misalnya karena penyakit autoimun, HIV/AIDS, atau sedang menjalani terapi imunosupresan setelah transplantasi organ, lebih rentan terhadap berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru.

Dokter menekankan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan rutin bagi mereka yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, meskipun tidak memiliki kebiasaan merokok. Gaya hidup sehat, menghindari paparan polutan, dan vaksinasi juga dapat membantu menurunkan risiko.