
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi para penderita asma. Paparan polutan dari asap dapat memicu serangan asma akut yang membahayakan jiwa.
Mengapa Asap Karhutla Berbahaya bagi Penderita Asma?
Asap karhutla mengandung partikel halus dan berbagai zat beracun seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida. Partikel-partikel ini sangat mudah terhirup dan masuk ke dalam saluran pernapasan, menyebabkan iritasi dan peradangan. Bagi penderita asma yang saluran napasnya sudah sensitif, paparan ini dapat memicu penyempitan saluran napas secara mendadak, yang dikenal sebagai serangan asma akut.
Gejala serangan asma akut meliputi sesak napas berat, batuk berkepanjangan, mengi (napas berbunyi), dada terasa tertekan, dan kesulitan berbicara. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berakibat fatal.
Langkah Perlindungan bagi Penderita Asma
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari dampak buruk asap karhutla:
- Gunakan Masker N95 atau KF94: Masker bedah biasa tidak cukup efektif menyaring partikel halus. Pilihlah masker dengan standar N95 atau KF94 yang mampu menyaring partikel hingga ukuran sangat kecil.
- Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan: Tetap di dalam rumah atau gedung saat kualitas udara buruk. Tutup rapat pintu dan jendela untuk mencegah asap masuk.
- Gunakan Pembersih Udara (Air Purifier): Alat ini dapat membantu menyaring udara di dalam ruangan dari partikel berbahaya.
- Konsumsi Obat Asma Sesuai Anjuran Dokter: Pastikan selalu membawa dan menggunakan inhaler atau obat asma lainnya sesuai resep. Jangan ragu untuk menggunakan obat pelega jika mulai merasakan gejala.
- Pantau Kualitas Udara: Periksa Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah Anda melalui aplikasi atau situs resmi. Hindari keluar rumah saat ISPU menunjukkan level tidak sehat.
- Segera Cari Pertolongan Medis: Jika mengalami kesulitan bernapas, atau gejala asma tidak membaik meski sudah menggunakan obat, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat atau hubungi layanan gawat darurat.
Dengan kewaspadaan dan persiapan yang baik, risiko serangan asma akut akibat kabut asap karhutla dapat diminimalkan. Jaga kesehatan dan selalu utamakan keselamatan.