
Kesehatan organ hati sering kali baru disadari saat sudah bermasalah. Padahal, beberapa kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele bisa menjadi penyebab kerusakan hati secara perlahan. Berikut dua kebiasaan yang perlu diwaspadai.
1. Kebiasaan Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri Terlalu Sering
Banyak orang mengonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen tanpa berpikir panjang. Padahal, penggunaan obat-obatan ini secara rutin dan berlebihan dapat membebani kerja hati. Hati bertugas memetabolisme obat, dan jika terus-menerus dipaksa bekerja ekstra, sel-sel hati bisa rusak.
Parasetamol dalam dosis tinggi dikenal sebagai salah satu penyebab kerusakan hati akut. Sementara itu, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) juga berisiko menimbulkan gangguan pada hati jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
2. Kebiasaan Mengonsumsi Gula Tambahan Secara Berlebihan
Gula bukan hanya membuat berat badan naik. Konsumsi fruktosa berlebih, terutama dari minuman manis kemasan, dapat memicu penumpukan lemak di hati. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit hati berlemak non-alkoholik.
Banyak orang tidak menyadari bahwa minuman manis yang mereka konsumsi setiap hari mengandung gula dalam jumlah sangat tinggi. Hati harus mengubah kelebihan fruktosa menjadi lemak, dan lama-kelamaan lemak tersebut menumpuk dan merusak fungsi hati.
Untuk menjaga kesehatan hati, mulailah dengan mengurangi konsumsi gula tambahan dan gunakan obat hanya sesuai dosis yang dianjurkan. Perubahan kecil ini dapat mencegah kerusakan serius di kemudian hari.