
Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo kembali mengingatkan para peternak ayam petelur akan pentingnya menerapkan prosedur biosecurity secara ketat. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat mengancam produktivitas dan kesehatan ternak.
Apa Itu Biosecurity dan Mengapa Penting?
Biosecurity adalah serangkaian tindakan pencegahan yang dirancang untuk melindungi ternak dari masuknya agen penyakit, seperti virus, bakteri, dan parasit. Dalam budidaya ayam petelur, penerapan biosecurity yang baik bukan hanya melindungi ayam dari penyakit, tetapi juga menjaga kualitas telur dan keberlangsungan usaha peternakan.
Menurut Diperta Probolinggo, banyak kasus penyakit pada ayam petelur terjadi akibat lemahnya prosedur biosecurity di lapangan. Oleh karena itu, para peternak diimbau untuk lebih disiplin dalam menerapkan standar kebersihan dan pengendalian lalu lintas di area kandang.
Langkah-Langkah Prosedur Biosecurity yang Disarankan
Berikut beberapa langkah yang ditekankan oleh Diperta Probolinggo untuk mencegah penyakit pada ayam petelur:
- Membatasi akses ke area kandang – Hanya orang yang berkepentingan dan telah melalui prosedur sanitasi yang boleh masuk ke area kandang.
- Menyediakan tempat cuci tangan dan desinfeksi – Setiap orang yang masuk harus mencuci tangan dan menyemprotkan desinfektan pada alas kaki dan peralatan.
- Melakukan pembersihan dan desinfeksi rutin – Kandang, peralatan, dan area sekitar harus dibersihkan secara teratur dengan desinfektan yang sesuai.
- Mengontrol vektor penyakit – Mengendalikan tikus, serangga, dan burung liar yang dapat menjadi pembawa penyakit.
- Mengisolasi ayam baru – Ayam yang baru didatangkan harus dikarantina selama beberapa waktu sebelum dicampur dengan ayam lain.
- Memantau kesehatan ayam secara berkala – Peternak harus rutin memeriksa kondisi ayam dan segera melaporkan jika ada gejala penyakit.
Dampak Positif Penerapan Biosecurity
Dengan menerapkan biosecurity yang konsisten, peternak dapat mengurangi risiko wabah penyakit seperti flu burung, Newcastle disease, dan penyakit lainnya. Hal ini juga akan meningkatkan produktivitas ayam, menekan biaya pengobatan, serta menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk telur yang dihasilkan.
Diperta Probolinggo berharap seluruh peternak ayam petelur di wilayahnya dapat menjadikan biosecurity sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar prosedur formalitas. Dengan demikian, sektor peternakan ayam petelur di Probolinggo dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat.