
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar gangguan pemandangan. Bagi penderita penyakit kronis, paparan asap ini dapat memicu risiko kesehatan yang jauh lebih berat. Partikel halus berbahaya yang terkandung dalam asap mampu masuk jauh ke dalam paru-paru dan aliran darah, memperparah kondisi yang sudah ada.
Mengapa Asap Karhutla Berbahaya?
Asap karhutla mengandung campuran polutan seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, dan partikel halus (PM2.5). Saat terhirup, zat-zat ini memicu peradangan sistemik, stres oksidatif, dan gangguan fungsi organ. Bagi mereka yang memiliki penyakit kronis, respons tubuh terhadap racun ini menjadi lebih ekstrem, meningkatkan risiko komplikasi serius bahkan kematian.
Lima Penyakit Kronis yang Paling Berisiko
- Penyakit Jantung – Polutan asap dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan memicu aritmia. Penderita jantung koroner berisiko mengalami serangan jantung mendadak saat kualitas udara memburuk.
- Stroke – Partikel halus yang masuk ke aliran darah dapat memicu pembentukan bekuan darah, yang berujung pada stroke iskemik. Penderita hipertensi dan riwayat stroke harus ekstra waspada.
- Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) – Asap mengiritasi saluran napas, mempercepat penurunan fungsi paru, dan memicu eksaserbasi atau serangan akut yang memerlukan perawatan intensif.
- Asma – Penderita asma sangat sensitif terhadap iritan. Paparan asap dapat memicu bronkospasme, sesak napas berat, dan serangan asma yang sulit dikendalikan.
- Diabetes Melitus – Peradangan akibat polusi udara mengganggu sensitivitas insulin, membuat kadar gula darah sulit dikontrol. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular pada penderita diabetes.
Langkah Perlindungan yang Perlu Dilakukan
Bagi penderita penyakit kronis, mengurangi paparan adalah kunci utama. Tetap di dalam ruangan dengan penyaring udara, menggunakan masker N95 saat keluar, dan memantau kualitas udara melalui aplikasi atau situs resmi sangat dianjurkan. Jangan ragu untuk segera mencari bantuan medis jika muncul gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau pusing berkepanjangan.
Karhutla bukan hanya bencana lingkungan, tetapi juga darurat kesehatan masyarakat. Kesadaran dan tindakan preventif dapat menyelamatkan nyawa mereka yang paling rentan.