
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan para orang tua untuk lebih peka terhadap tanda-tanda atau red flags pada anak yang mengarah pada penyakit langka. Kondisi ini kerap kali tidak disadari karena gejalanya mirip dengan gangguan kesehatan umum, padahal bisa berdampak serius pada sistem saraf anak.
Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?
Penyakit langka yang menyerang saraf biasanya berkembang secara perlahan dan gejalanya bisa muncul sejak usia dini. Jika tidak dikenali lebih awal, kondisi ini dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan, gangguan motorik, hingga kerusakan saraf permanen. Oleh karena itu, IDAI menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
Red Flags yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Menurut IDAI, ada beberapa tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua, antara lain:
- Keterlambatan mencapai tonggak perkembangan, seperti tidak bisa duduk, merangkak, atau berjalan sesuai usianya.
- Kehilangan kemampuan yang sudah dikuasai, misalnya anak yang tadinya bisa berbicara lalu kehilangan kemampuan bicara.
- Kejang yang tidak biasa atau sulit dikendalikan dengan obat.
- Gangguan keseimbangan dan koordinasi gerakan.
- Kelemahan otot atau otot kaku yang semakin memburuk.
- Masalah penglihatan atau pendengaran yang tidak diketahui penyebabnya.
Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?
Jika menemukan satu atau lebih red flags di atas, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak. Pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes genetik dan pemeriksaan saraf, mungkin diperlukan untuk memastikan diagnosis. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk memberikan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih berat.
Kesadaran dan pengetahuan orang tua merupakan kunci utama dalam menghadapi penyakit langka pada anak. Dengan mengenali gejala sejak awal, masa depan anak dapat lebih terjaga.