
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian di bidang siklotron. Langkah ini diambil untuk mendukung pengembangan dan penguatan layanan kanker di tingkat nasional.
Persiapan SDM ini menjadi bagian dari upaya BRIN dalam menjawab kebutuhan tenaga ahli yang mampu mengoperasikan dan merawat teknologi siklotron. Teknologi ini berperan penting dalam produksi radioisotop yang digunakan untuk diagnosis dan terapi kanker.
Mengapa Siklotron Penting untuk Layanan Kanker?
Siklotron adalah akselerator partikel yang mampu menghasilkan radioisotop medis. Radioisotop ini kemudian digunakan dalam berbagai prosedur medis, seperti:
- PET scan (Positron Emission Tomography) untuk mendeteksi sel kanker secara dini.
- Terapi radiasi internal untuk menghancurkan sel tumor secara tepat.
- Penelitian pengembangan obat-obatan onkologi yang lebih efektif.
Dengan memiliki tenaga ahli yang mumpuni, BRIN berharap dapat mengurangi ketergantungan pada impor radioisotop dan meningkatkan akses pasien terhadap layanan kanker yang modern dan terjangkau.
Langkah BRIN dalam Menyiapkan SDM
Untuk mewujudkan hal tersebut, BRIN telah merancang program pelatihan dan sertifikasi bagi para peneliti, teknisi, dan akademisi. Program ini mencakup aspek operasional, pemeliharaan, serta keselamatan radiasi dalam penggunaan siklotron. Kerja sama dengan institusi pendidikan dan rumah sakit juga tengah dijalin untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi.
Kepala BRIN menekankan bahwa ketersediaan SDM yang kompeten merupakan fondasi utama keberhasilan program layanan kanker nasional. Tanpa tenaga ahli yang memadai, teknologi canggih seperti siklotron tidak akan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dengan persiapan yang matang, BRIN optimis dapat menciptakan ekosistem layanan kanker yang mandiri dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan angka kematian akibat kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien di Indonesia.