
Seorang dokter mengungkapkan bahwa paparan radiasi serta bahan kimia berbahaya dapat meningkatkan risiko leukimia pada anak-anak. Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan yang menekankan pentingnya lingkungan yang aman bagi pertumbuhan si kecil.
Leukimia, atau kanker darah, merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang anak-anak. Menurut sang dokter, faktor lingkungan seperti radiasi dari perangkat elektronik atau bahan kimia dalam produk rumah tangga dapat memicu perubahan sel darah yang abnormal. “Anak-anak lebih rentan karena sistem imun mereka masih berkembang,” ujarnya.
Paparan radiasi bisa berasal dari sinar-X yang berlebihan atau tinggal di area dengan tingkat radiasi tinggi. Sementara itu, zat kimia seperti pestisida, benzena, dan formaldehida yang sering ditemukan di udara tercemar atau barang sehari-hari juga patut diwaspadai. Dokter menyarankan agar orang tua meminimalkan paparan tersebut dengan memilih produk ramah lingkungan dan memastikan ventilasi rumah yang baik.
Data dari beberapa penelitian menunjukkan peningkatan kasus leukimia pada anak di daerah dengan polusi tinggi. Meski demikian, faktor genetik juga memainkan peran. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan rutin sangat dianjurkan. Gejala seperti demam berkepanjangan, pucat, dan mudah memar harus segera mendapat perhatian medis.
Kesadaran akan bahaya radiasi dan kimia perlu ditingkatkan di kalangan orang tua. Edukasi tentang lingkungan aman bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko leukimia pada generasi penerus.