
Penyanyi legendaris Dolly Parton, sebelum meninggal dunia, diketahui telah berjuang melawan berbagai masalah kesehatan serius. Dua kondisi utama yang dihadapinya adalah penyakit ginjal dan gangguan autoimun.
Perjuangan Melawan Sakit Ginjal
Dalam bulan-bulan terakhir hidupnya, Parton harus menjalani perawatan intensif untuk mengatasi gangguan fungsi ginjal. Meskipun ia tidak secara terbuka membahas kondisi ini secara detail, sumber dari lingkungan terdekatnya mengonfirmasi bahwa masalah ginjal menjadi salah satu faktor yang memperberat kesehatannya.
Gangguan Autoimun yang Memburuk
Selain itu, penyanyi yang dikenal dengan lagu "Jolene" ini juga menderita penyakit autoimun kronis. Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuhnya menyerang sel-sel sehat, dan seiring waktu semakin sulit dikendalikan meskipun telah menjalani berbagai terapi.
Dampak pada Penampilan
Masalah kesehatan ini tidak menghalangi semangat Parton untuk terus berkarya dan tampil di panggung. Namun, dalam beberapa konser terakhirnya, ia terlihat lebih mudah lelah dan membutuhkan istirahat lebih lama di sela-sela pertunjukan.
Meskipun berita tentang kematiannya sempat mengejutkan banyak penggemar, perjuangannya melawan kedua penyakit tersebut telah berlangsung dalam diam selama bertahun-tahun. Keluarga dan tim medisnya telah berusaha maksimal, namun pada akhirnya, komplikasi dari kedua penyakit tersebut terlalu berat untuk diatasi.
Warisan musik dan semangat juangnya akan terus dikenang oleh para penggemar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.