
Kualitas udara di Pekanbaru akhir-akhir ini dilaporkan berada pada tingkat yang membahayakan kesehatan. Kondisi ini tentu membuat masyarakat resah, terutama para orang tua yang memiliki anak kecil dan lansia. Para ahli kesehatan, khususnya dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), pun angkat bicara. Mereka mengingatkan bahwa paparan polusi udara yang terus-menerus dapat memicu berbagai macam penyakit, tidak hanya gangguan pernapasan biasa.
Deretan Penyakit yang Mengintai Menurut Dokter THT
Dokter THT menjelaskan bahwa saluran pernapasan bagian atas menjadi garda terdepan yang menerima dampak langsung dari udara kotor. Beberapa penyakit yang kerap muncul akibat kualitas udara buruk antara lain:
- Rinitis alergi – Peradangan pada mukosa hidung yang dipicu oleh partikel debu dan polutan. Gejalanya berupa bersin-bersin, hidung tersumbat, dan gatal di area hidung.
- Faringitis – Radang pada tenggorokan yang ditandai dengan rasa sakit saat menelan, tenggorokan kering, dan kadang disertai demam.
- Laringitis – Peradangan pada pita suara yang membuat suara menjadi serak atau bahkan hilang. Polusi udara dapat mengiritasi laring dan memperparah kondisi ini.
- Sinusitis – Infeksi atau peradangan pada rongga sinus. Gejalanya meliputi nyeri wajah, hidung tersumbat, dan keluarnya ingus berwarna kuning atau hijau.
- Otitis media – Gangguan pada telinga bagian tengah yang sering kali dipicu oleh infeksi saluran napas atas. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri telinga dan gangguan pendengaran sementara.
Langkah Perlindungan yang Perlu Dilakukan
Mengingat risiko kesehatan yang semakin nyata, masyarakat diimbau untuk tidak menganggap remeh polusi udara. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri:
- Gunakan masker berstandar N95 saat beraktivitas di luar ruangan.
- Kurangi waktu berada di luar rumah, terutama bagi anak-anak dan lansia.
- Pastikan ventilasi rumah baik, namun tetap tutup jendela saat polusi sedang tinggi.
- Gunakan alat pembersih udara (air purifier) di dalam ruangan.
- Perbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan tenggorokan dan saluran pernapasan.
- Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau nyeri tenggorokan.
Dokter THT juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat dan istirahat cukup. Dengan begitu, tubuh lebih mampu melawan dampak buruk polusi udara. Semua pihak diharapkan terus memantau informasi kualitas udara dan mengambil langkah pencegahan yang tepat demi kesehatan bersama.