
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengingatkan masyarakat akan meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas yang melanda wilayah tersebut. Kepala BPBD DIY menyatakan bahwa suhu udara yang ekstrem dapat memicu berbagai penyakit, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan sengatan panas atau heat stroke.
Penyebab Meningkatnya Risiko ISPA
Cuaca panas yang berkepanjangan disertai dengan polusi udara membuat kualitas udara menurun. Partikel debu dan zat berbahaya yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap ISPA. Masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, seperti asma, disarankan untuk lebih waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat udara sedang tidak sehat.
Heat Stroke: Bahaya yang Mengintai
Selain ISPA, sengatan panas atau heat stroke juga menjadi ancaman serius. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur suhu internal akibat paparan panas berlebihan. Gejala awal meliputi pusing, mual, kulit kering, dan denyut jantung cepat. Jika tidak segera ditangani, heat stroke dapat menyebabkan kerusakan organ hingga kematian.
- Langkah Pencegahan: BPBD menyarankan masyarakat untuk memperbanyak minum air putih, menghindari aktivitas fisik berat di siang hari, dan menggunakan pakaian yang ringan serta menyerap keringat.
- Kelompok Rentan: Lansia, anak-anak, dan pekerja lapangan sangat disarankan untuk lebih berhati-hati karena memiliki risiko lebih tinggi terkena dampak cuaca panas.
Ajakan untuk Waspada dan Siaga
BPBD DIY mengajak seluruh warga untuk selalu memantau informasi cuaca dari sumber terpercaya dan mengikuti arahan petugas. Dengan kewaspadaan bersama, risiko penyakit akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.