
Pemerintah tengah gencar melakukan upaya komprehensif untuk menurunkan angka kasus stroke di Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui pendekatan pencegahan yang masif, mulai dari tahap awal hingga akhir, atau dikenal dengan istilah dari hulu ke hilir.
Program pencegahan ini tidak hanya berfokus pada penanganan setelah seseorang terkena stroke, tetapi lebih pada upaya menghindari faktor risiko sejak dini. Hal ini mencakup edukasi masyarakat tentang pola hidup sehat, deteksi dini tekanan darah tinggi, serta pengelolaan penyakit penyerta seperti diabetes dan kolesterol.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat mengurangi beban penyakit stroke yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Pendekatan hulu ke hilir diyakini lebih efektif karena menyasar akar masalah sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.