Waspada! Demam Turun Bukan Berarti DBD Selesai, Ini Penjelasannya

Home blog Waspada! Demam Turun Bukan Berarti DBD Selesai, Ini Penjelasannya
Waspada! Demam Turun Bukan Berarti DBD Selesai, Ini Penjelasannya
Waspada! Demam Turun Bukan Berarti DBD Selesai, Ini Penjelasannya

Banyak yang mengira bahwa ketika demam sudah mereda, penyakit demam berdarah dengue (DBD) telah usai. Anggapan ini keliru dan justru bisa membahayakan. Fase kritis DBD justru sering terjadi saat suhu tubuh mulai normal.

Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini memiliki perjalanan penyakit yang unik. Penderita biasanya mengalami demam tinggi selama 2-7 hari. Setelah itu, demam turun drastis. Pada titik inilah banyak pasien merasa sudah sembuh dan berhenti berobat.

Padahal, penurunan demam tersebut menandakan dimulainya fase kritis. Pada fase ini, terjadi kebocoran plasma dari pembuluh darah yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, syok, hingga kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap waspada dan melanjutkan pengawasan medis meskipun demam sudah turun. Pemberian cairan yang cukup dan pemantauan ketat oleh tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi fatal.

Jangan pernah menganggap remeh penyakit ini. Kenali gejala awal DBD seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, dan muncul bintik-bintik merah di kulit. Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang benar.

Ingat, meredanya demam bukan berarti penyakitnya hilang. Justru di saat itulah bahaya mengintai. Tetap waspada dan patuhi saran dokter.