
Belakangan ini, publik digemparkan oleh kabar mengenai kondisi kesehatan Ibu Ani Yudhoyono yang didiagnosis menderita kanker darah. Salah satu faktor yang disebut-sebut sebagai pemicu adalah kebiasaan melakukan dry cleaning atau pencucian pakaian dengan metode kering. Namun, apa sebenarnya hubungan antara dry cleaning dan risiko terkena kanker darah?
Dry cleaning adalah proses membersihkan pakaian menggunakan pelarut kimia, bukan air. Pelarut yang umum digunakan adalah perchloroethylene (PCE) atau tetrachloroethylene. Bahan kimia ini dikenal efektif untuk menghilangkan noda membandel pada pakaian. Sayangnya, paparan PCE dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko terkena beberapa jenis kanker.
Mekanisme Paparan Bahan Kimia
Ketika pakaian dicuci dengan PCE, sisa-sisa bahan kimia ini dapat tertinggal pada serat kain. Saat pakaian tersebut digunakan, terutama jika masih dalam keadaan hangat atau lembap, PCE dapat menguap dan terhirup oleh pemakainya. Selain itu, sentuhan langsung kulit dengan pakaian yang masih mengandung residu PCE juga bisa menyebabkan penyerapan melalui kulit. Paparan berulang inilah yang berpotensi memicu kerusakan sel dan akhirnya memicu pertumbuhan sel abnormal.
Studi dan Bukti Ilmiah
Beberapa penelitian epidemiologi telah menunjukkan adanya hubungan antara pekerja di industri dry cleaning yang terpapar PCE secara terus-menerus dengan peningkatan insiden kanker, terutama leukemia dan limfoma. Meskipun paparan yang dialami oleh konsumen umumnya lebih rendah dibandingkan pekerja, tidak menutup kemungkinan bahwa akumulasi paparan dari penggunaan jasa dry cleaning secara rutin dapat meningkatkan risiko kesehatan.
Langkah Pencegahan
Untuk mengurangi risiko, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, pilihlah jasa dry cleaning yang menggunakan metode ramah lingkungan, seperti pencucian dengan air (wet cleaning) atau menggunakan karbon dioksida. Kedua, setelah mengambil pakaian dari dry cleaning, biarkan pakaian tersebut di tempat terbuka selama beberapa saat agar sisa pelarut menguap sebelum digunakan. Ketiga, perhatikan saran perawatan pada label pakaian; tidak semua bahan cocok untuk dry cleaning, dan beberapa bisa dicuci dengan cara konvensional.
Meskipun belum ada bukti yang pasti bahwa dry cleaning secara langsung menyebabkan kanker darah pada Ibu Ani Yudhoyono, penting bagi kita untuk selalu waspada terhadap paparan bahan kimia berbahaya dalam kehidupan sehari-hari. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kekhawatiran terkait paparan zat kimia atau gejala kesehatan yang tidak biasa.