
Bontang – Seorang anak berusia 6 tahun meninggal dunia setelah didiagnosis menderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengonfirmasi bahwa pasien kecil tersebut memiliki penyakit penyerta yang memperparah kondisinya.
Fakta di Balik Kasus DBD Fatal
Menurut keterangan Dinkes Bontang, pasien yang meninggal pada pekan lalu itu tidak hanya terinfeksi virus dengue, tetapi juga mengidap penyakit lain. Kombinasi antara DBD dan penyakit penyerta inilah yang diduga menjadi penyebab utama kegagalan penanganan medis.
Penyakit Penyerta yang Dimaksud
Kepala Dinkes Bontang menjelaskan bahwa kondisi anak tersebut sudah lemah akibat penyakit bawaan, sehingga sistem imunnya tidak mampu melawan infeksi DBD secara optimal. Meski demikian, ia tidak merinci lebih lanjut jenis penyakit penyerta yang dimaksud untuk menjaga privasi keluarga.
Upaya Pencegahan DBD
Dinkes Bontang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran DBD, terutama di musim hujan. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
- Rutin menguras tempat penampungan air
- Menutup rapat wadah air
- Memanfaatkan larvasida atau ikan pemakan jentik
- Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala demam tinggi mendadak
Dengan adanya kasus ini, Dinkes berharap kesadaran masyarakat akan bahaya DBD dan pentingnya penanganan dini semakin meningkat.