
Banyak orang mungkin pernah merasakan jantung berdebar kencang secara tiba-tiba. Namun, tidak semua sensasi berdebar tersebut merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan serius. Seorang dokter spesialis jantung mengungkapkan perbedaan mendasar antara jantung berdebar yang wajar dengan gejala aritmia yang perlu diwaspadai.
Apa Itu Jantung Berdebar Biasa?
Jantung berdebar biasa umumnya terjadi saat seseorang mengalami kondisi tertentu seperti olahraga berat, stres, cemas, atau setelah mengonsumsi kafein dan alkohol. Sensasi ini biasanya bersifat sementara dan akan mereda dengan sendirinya setelah faktor pemicu dihilangkan. Dokter menjelaskan bahwa jantung berdebar normal tidak disertai gejala lain yang mengkhawatirkan seperti pusing berat atau sesak napas.
Ciri-Ciri Aritmia yang Perlu Diwaspadai
Sementara itu, aritmia merupakan gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Gejala aritmia seringkali muncul secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas. Beberapa tanda khas aritmia meliputi:
- Jantung berdebar terasa seperti ‘loncat’ atau ‘berhenti’ sejenak
- Disertai pusing, lemas, atau bahkan pingsan
- Sesak napas atau nyeri dada saat berdebar terjadi
- Berlangsung lebih dari beberapa menit atau muncul berulang kali
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda mengalami jantung berdebar yang disertai gejala seperti nyeri dada, sesak napas berat, atau pingsan, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan evaluasi melalui elektrokardiogram (EKG) atau pemeriksaan lain untuk memastikan apakah keluhan tersebut disebabkan oleh aritmia atau kondisi lain. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti stroke atau gagal jantung.
Kesimpulannya, jantung berdebar biasa umumnya tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan istirahat. Namun, jika keluhan berlangsung lama, muncul tanpa sebab jelas, atau disertai gejala lain, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga medis profesional.