
Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan University of Nottingham Malaysia (UNM) baru-baru ini mengadakan diskusi strategis mengenai riset kanker. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama yang lebih erat, terutama dalam persiapan penyelenggaraan International Cancer Research Symposium (ICRS) pada tahun 2027.
Fokus pada Riset Kanker dan Kolaborasi Akademik
Dalam pertemuan yang berlangsung secara virtual, kedua institusi membahas potensi kolaborasi di berbagai bidang, termasuk penelitian kanker, pengembangan obat, serta pertukaran pengetahuan dan sumber daya. Dekan Fakultas Farmasi UMS, Dr. apt. Nurul Mutmainah, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset kedua belah pihak dan memberikan kontribusi nyata dalam penanganan kanker di Indonesia dan Malaysia.
“Kami sangat antusias dengan peluang kerja sama ini. University of Nottingham Malaysia memiliki reputasi yang sangat baik dalam riset kanker, dan kami yakin kolaborasi ini akan membawa manfaat besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi farmasi,” ujar Dr. Nurul.
Persiapan ICRS 2027
Salah satu agenda utama dalam diskusi tersebut adalah persiapan penyelenggaraan ICRS 2027. Simposium internasional ini direncanakan akan menjadi platform bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi kesehatan dari berbagai negara untuk berbagi temuan terbaru dalam riset kanker. Fakultas Farmasi UMS dan UNM berkomitmen untuk bekerja sama dalam menyusun program, menghadirkan pembicara kunci, serta memfasilitasi sesi presentasi dan diskusi yang bermutu.
Manfaat Kolaborasi bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan simposium, tetapi juga mencakup kegiatan penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan pertukaran mahasiswa serta dosen. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan akan lahir inovasi-inovasi baru dalam penanganan kanker yang dapat diimplementasikan secara klinis.
“Kami percaya bahwa melalui sinergi ini, kita dapat mempercepat penemuan terapi kanker yang lebih efektif dan aman. Ini adalah langkah maju yang sangat positif bagi dunia riset farmasi di Indonesia,” tambah Dr. Nurul.
Diskusi awal ini disambut baik oleh pihak UNM, yang menyatakan kesiapan mereka untuk menjalin kerja sama jangka panjang dengan UMS. Kedua institusi sepakat untuk melanjutkan pertemuan teknis guna merumuskan detail kerja sama, termasuk rencana aksi dan jadwal pelaksanaan.