
Heat exhaustion dan heat stroke adalah dua kondisi yang sering disamakan, namun memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Heat exhaustion merupakan kondisi awal yang terjadi ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan garam akibat paparan panas berlebihan. Gejalanya meliputi pusing, mual, lemas, keringat dingin, dan denyut nadi lemah.
Sementara itu, heat stroke adalah kondisi yang jauh lebih serius dan dapat mengancam jiwa. Pada heat stroke, suhu tubuh bisa melonjak hingga di atas 40 derajat Celcius, kulit menjadi panas dan kering (tidak berkeringat), serta penderitanya bisa mengalami kebingungan, kejang, atau bahkan tidak sadarkan diri.
Perbedaan utama antara keduanya terletak pada kemampuan tubuh untuk mengatur suhu. Pada heat exhaustion, tubuh masih bisa mengeluarkan keringat untuk mendinginkan diri, sedangkan pada heat stroke mekanisme ini sudah gagal total. Oleh karena itu, heat stroke dianggap lebih fatal dan membutuhkan penanganan medis segera.
Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala heat exhaustion, segera pindah ke tempat teduh, minum air dingin, dan kompres tubuh dengan kain basah. Namun jika gejalanya mengarah ke heat stroke (seperti kulit panas kering dan penurunan kesadaran), segera hubungi layanan darurat medis.
Kesimpulannya, heat stroke adalah kondisi yang lebih berbahaya dibandingkan heat exhaustion. Mengenali perbedaan gejalanya sangat penting untuk memberikan pertolongan yang tepat dan mencegah komplikasi serius.