
Di Samarinda, sejumlah besar Orang dengan HIV (ODHIV) enggan menjalani pengobatan. Faktor utama yang menjadi penghalang adalah stigma negatif dari masyarakat dan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Banyak pasien yang merasa malu dan takut akan diskriminasi jika status HIV mereka diketahui publik. Akibatnya, mereka memilih untuk tidak berobat secara teratur, yang justru memperburuk kondisi kesehatan mereka dan meningkatkan risiko penularan.
Selain stigma, masalah akses juga menjadi kendala serius. Tidak semua fasilitas kesehatan di Samarinda menyediakan layanan yang ramah dan terjangkau bagi ODHIV. Jarak tempuh yang jauh, biaya transportasi, dan kurangnya informasi tentang layanan yang tersedia membuat banyak pasien kesulitan mendapatkan pengobatan yang mereka butuhkan.
Pemerintah daerah dan organisasi terkait terus berupaya mengatasi hambatan ini dengan meningkatkan edukasi publik untuk mengurangi stigma, serta memperluas jangkauan layanan kesehatan yang inklusif dan mudah diakses oleh seluruh ODHIV di Samarinda.