
Paparan cuaca panas yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius, seperti kelelahan akibat panas (heat exhaustion) dan sengatan panas (heat stroke). Kedua kondisi ini memiliki gejala yang berbeda, namun sama-sama berbahaya jika tidak segera ditangani.
Apa itu Heat Exhaustion?
Kelelahan akibat panas adalah kondisi ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan garam akibat berkeringat secara berlebihan saat terpapar suhu tinggi. Gejalanya meliputi pusing, sakit kepala, mual, lemas, dan kulit yang terasa dingin serta lembap. Denyut nadi bisa menjadi lemah dan cepat. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berkembang menjadi sengatan panas yang lebih berbahaya.
Tanda-tanda Heat Stroke
Sengatan panas merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika suhu tubuh naik drastis hingga di atas 40 derajat Celsius. Gejalanya meliputi kulit yang panas dan kering (tidak berkeringat), denyut nadi yang cepat dan kuat, sakit kepala parah, mual, serta kebingungan atau penurunan kesadaran. Penderita mungkin juga mengalami kejang atau bahkan koma.
Perbedaan Utama
Perbedaan paling mencolok antara heat exhaustion dan heat stroke adalah kondisi kulit. Pada heat exhaustion, kulit terasa dingin dan lembap, sedangkan pada heat stroke, kulit terasa panas dan kering. Selain itu, penderita heat stroke biasanya mengalami gangguan kesadaran, sementara penderita heat exhaustion masih sadar penuh.
Langkah Pertolongan
Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala heat exhaustion, segera pindahkan ke tempat yang teduh atau ber-AC, beri minum air dingin, dan kompres tubuh dengan kain basah. Untuk heat stroke, segera hubungi layanan darurat medis karena kondisi ini memerlukan penanganan segera. Sambil menunggu bantuan, pindahkan korban ke tempat sejuk dan dinginkan tubuh dengan air atau es.
Mengenali perbedaan antara heat exhaustion dan heat stroke sangat penting untuk memberikan pertolongan yang tepat. Dengan mengetahui gejalanya, Anda dapat melindungi diri dan orang lain dari risiko serius akibat paparan panas berlebihan.