
Memasuki musim kemarau tahun 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sambas mengeluarkan imbauan serius kepada seluruh masyarakat. Ancaman kesehatan seperti dehidrasi dan heat stroke (sengatan panas) dinilai sangat mungkin terjadi jika warga tidak waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Kepala Dinkes Sambas menekankan bahwa paparan sinar matahari yang terik dalam waktu lama bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Dehidrasi, yang ditandai dengan rasa haus berlebihan, mulut kering, dan lemas, merupakan kondisi paling awal yang harus diwaspadai. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi heat stroke, yaitu kondisi darurat medis di mana suhu tubuh naik drastis dan sistem saraf pusat terganggu.
Heat stroke sendiri merupakan kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera. Gejalanya meliputi kulit panas dan kering, denyut nadi cepat, sakit kepala, mual, hingga penurunan kesadaran. Dinkes Sambas mengingatkan bahwa kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan pekerja lapangan memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.
Untuk mencegah dampak buruk musim kemarau, Dinkes Sambas merekomendasikan beberapa langkah sederhana namun efektif. Pertama, perbanyak minum air putih meski tidak merasa haus, minimal 2 liter per hari. Kedua, hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan saat puncak panas antara pukul 10.00 hingga 16.00. Ketiga, gunakan pakaian yang longgar, berbahan ringan, dan berwarna terang untuk membantu tubuh tetap sejuk.
Selain itu, penggunaan topi atau payung saat bepergian serta mengoleskan tabir surya juga dianjurkan untuk melindungi kulit dari sengatan langsung. Masyarakat juga diminta untuk selalu menyediakan air minum di rumah dan tempat kerja, serta segera mencari tempat teduh atau ruangan ber-AC jika mulai merasakan gejala kepanasan.
Dinkes Sambas terus menggencarkan sosialisasi kepada warga melalui berbagai media dan kunjungan langsung ke desa-desa. Mereka berharap dengan kewaspadaan bersama, angka kejadian dehidrasi dan heat stroke dapat ditekan seminimal mungkin selama musim kemarau 2026.