
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) terus berupaya menekan angka kejadian kanker serviks. Langkah terbaru yang diambil adalah mengembangkan layanan pemeriksaan HPV DNA, sebuah metode deteksi dini yang lebih akurat untuk mencegah penyakit mematikan tersebut.
Kepala Labkesda Kutim, dr. Siti Fathonah, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari komitmen daerah dalam meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat. “Kami ingin memberikan kemudahan bagi wanita di Kutim untuk melakukan skrining kanker serviks dengan teknologi terkini,” ujarnya.
Apa Itu Pemeriksaan HPV DNA?
Pemeriksaan HPV DNA adalah metode skrining yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus HPV (Human Papillomavirus) tipe risiko tinggi, yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Berbeda dengan metode Pap smear yang hanya melihat perubahan sel, tes HPV DNA langsung mendeteksi virus penyebabnya.
Dengan layanan ini, diharapkan lebih banyak wanita dapat melakukan deteksi dini sehingga kasus kanker serviks dapat ditemukan pada stadium awal, meningkatkan peluang kesembuhan.
Keunggulan Layanan Baru Ini
- Prosedur pemeriksaan yang lebih sederhana dan tidak terlalu menyakitkan
- Hasil yang lebih akurat dalam mengidentifikasi risiko kanker serviks
- Dapat digunakan sebagai alternatif bagi wanita yang tidak nyaman dengan Pap smear
Pemeriksaan HPV DNA di Labkesda Kutim kini sudah bisa diakses oleh masyarakat umum. Pemerintah daerah berharap layanan ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan, terutama mereka yang berada di usia produktif dan berisiko tinggi.
Langkah ini sejalan dengan program nasional untuk menurunkan angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, kanker serviks sebenarnya bisa dicegah dan disembuhkan.