Waspada, Kesemutan pada Lansia Bisa Jadi Gejala Neuropati: Mahasiswa UI Lakukan Skrining di Bogor

Home blog Waspada, Kesemutan pada Lansia Bisa Jadi Gejala Neuropati: Mahasiswa UI Lakukan Skrining di Bogor
Waspada, Kesemutan pada Lansia Bisa Jadi Gejala Neuropati: Mahasiswa UI Lakukan Skrining di Bogor
Waspada, Kesemutan pada Lansia Bisa Jadi Gejala Neuropati: Mahasiswa UI Lakukan Skrining di Bogor

Keluhan kesemutan yang kerap dialami oleh para lanjut usia (lansia) seringkali dianggap sebagai bagian dari proses penuaan yang wajar. Namun, tahukah Anda bahwa kondisi ini bisa menjadi pertanda awal adanya gangguan saraf tepi atau neuropati? Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, sekelompok mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) menggelar kegiatan skrining kesehatan di wilayah Bogor.

Kesemutan Bukan Sekadar Tanda Tua

Banyak orang mengira bahwa kesemutan pada lansia adalah hal yang normal. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, neuropati dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius, seperti kelemahan otot, hilangnya keseimbangan, hingga kesulitan berjalan. Neuropati sendiri merupakan kerusakan pada sistem saraf tepi yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh.

Penyebab Umum Neuropati pada Lansia

Beberapa faktor risiko yang sering memicu neuropati pada usia lanjut antara lain:

  • Diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik
  • Kekurangan vitamin B tertentu, terutama B1, B6, dan B12
  • Penyalahgunaan alkohol dalam jangka panjang
  • Efek samping dari beberapa jenis obat-obatan
  • Gangguan autoimun atau infeksi tertentu

Inisiatif Mahasiswa UI di Bogor

Menyadari pentingnya deteksi dini, mahasiswa Fakultas Kedokteran UI bersama dengan beberapa rekan dari fakultas lain mengadakan program skrining neuropati di beberapa posyandu lansia di Kabupaten Bogor. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan fisik sederhana, wawancara riwayat kesehatan, dan tes sensorik untuk menilai fungsi saraf tepi.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada para lansia dan keluarganya bahwa kesemutan yang terus-menerus atau memburuk perlu diperiksakan lebih lanjut. Jangan dianggap sepele,” ujar salah satu koordinator kegiatan.

Harapan ke Depan

Melalui kegiatan skrining ini, diharapkan masyarakat, khususnya para lansia, lebih waspada terhadap gejala neuropati. Selain itu, para mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pentingnya kontrol gula darah, serta asupan nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan saraf. Langkah kecil ini diyakini dapat mencegah komplikasi yang lebih parah di masa mendatang.