
Dosen-dosen dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Padang baru-baru ini mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) yang berfokus pada peningkatan kesadaran akan deteksi dini stroke. Dalam acara tersebut, mereka mengenalkan metode FAST kepada warga sebagai langkah cepat dan tepat dalam mengenali gejala serangan stroke.
Apa Itu Metode FAST?
Metode FAST merupakan akronim dari Face (wajah), Arm (lengan), Speech (bicara), dan Time (waktu). Melalui metode ini, masyarakat diajarkan untuk mengamati tiga tanda utama stroke dan segera bertindak. Pertama, periksa apakah salah satu sisi wajah tampak turun atau tidak simetris saat tersenyum. Kedua, lihat apakah salah satu lengan terasa lemah atau sulit diangkat. Ketiga, dengarkan apakah bicara menjadi pelo atau sulit dimengerti. Jika salah satu gejala muncul, maka langkah selanjutnya adalah segera mencari pertolongan medis tanpa menunda waktu.
Tujuan Kegiatan Pengabmas
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dasar yang dapat menyelamatkan nyawa. Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia, namun sering kali penanganan terlambat karena minimnya pemahaman tentang gejala awal. Dengan sosialisasi metode FAST, para dosen berharap masyarakat mampu mengenali tanda-tanda stroke lebih dini dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.
Antusiasme Warga
Kegiatan pengabmas ini disambut antusias oleh warga setempat. Mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan teoretis, tetapi juga praktik langsung cara melakukan pemeriksaan FAST. Para dosen juga memberikan tips pencegahan stroke melalui pola hidup sehat, seperti mengatur tekanan darah, menjaga kadar gula, dan rutin berolahraga.
Dengan adanya program pengabdian seperti ini, diharapkan angka kejadian stroke yang terlambat ditangani dapat berkurang secara signifikan. Masyarakat pun menjadi lebih sadar akan pentingnya deteksi dini dan respons cepat terhadap gejala stroke.