Berat Badan Berisiko Tinggi Picu Diabetes Tipe 2, Ini Batasannya

Home blog Berat Badan Berisiko Tinggi Picu Diabetes Tipe 2, Ini Batasannya
Berat Badan Berisiko Tinggi Picu Diabetes Tipe 2, Ini Batasannya
Berat Badan Berisiko Tinggi Picu Diabetes Tipe 2, Ini Batasannya

Menjaga berat badan ideal bukan hanya soal penampilan, tetapi juga kunci utama mencegah berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2. Studi terbaru mengungkapkan bahwa ada ambang batas berat badan tertentu yang secara signifikan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa kelebihan berat badan, terutama pada area perut, menjadi faktor risiko utama. Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi, khususnya di atas 25, sudah masuk dalam kategori kelebihan berat badan dan mulai meningkatkan risiko diabetes. Namun, risiko tersebut melonjak drastis ketika IMT mencapai 30 atau lebih, yang masuk dalam kategori obesitas.

Lemak visceral, yaitu lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam, dianggap sebagai penyebab utama. Lemak ini memicu resistensi insulin, yaitu kondisi di mana sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik, sehingga kadar gula darah meningkat. Semakin banyak lemak visceral, semakin tinggi pula risiko terkena diabetes tipe 2.

Selain IMT, lingkar pinggang juga menjadi indikator penting. Untuk pria, lingkar pinggang di atas 90 cm, dan untuk wanita di atas 80 cm, sudah dianggap berisiko. Kombinasi antara IMT tinggi dan lingkar pinggang besar menjadi sinyal bahaya yang perlu diwaspadai.

Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur sangat dianjurkan. Menurunkan berat badan meski hanya 5-7 persen dari berat badan total sudah terbukti mampu menurunkan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan. Konsultasi dengan tenaga medis juga penting untuk mendapatkan panduan yang tepat sesuai kondisi masing-masing individu.