
Dompet Dhuafa, lembaga filantropi kemanusiaan, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Kanker Yordania. Langkah ini diambil untuk memperkuat bantuan dan perawatan bagi pasien kanker yang berada di Jalur Gaza, Palestina.
Kolaborasi ini diumumkan melalui sebuah pernyataan resmi yang dirilis oleh Dompet Dhuafa pada pekan ini. Kerja sama tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan obat-obatan, peralatan medis, hingga dukungan psikososial bagi para pasien dan keluarganya yang terdampak konflik berkepanjangan.
Wakil Direktur Utama Dompet Dhuafa, Ahmad Faqih, mengungkapkan bahwa kemitraan ini merupakan wujud nyata dari komitmen bersama untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Gaza. “Kami sangat prihatin dengan kondisi pasien kanker di sana yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Melalui kerja sama dengan Yayasan Kanker Yordania, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak pasien dan memberikan perawatan yang lebih optimal,” ujar Faqih.
Sementara itu, perwakilan dari Yayasan Kanker Yordania menyambut baik inisiatif ini. Mereka menegaskan bahwa sinergi antara lembaga kemanusiaan internasional sangat diperlukan untuk mengatasi krisis kesehatan yang terjadi di Gaza, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis seperti kanker.
Program kerja sama ini akan difokuskan pada beberapa area utama, antara lain: pengiriman obat-obatan kemoterapi dan suplemen, pelatihan tenaga medis lokal, serta pendirian posko kesehatan darurat di beberapa titik di Gaza. Dompet Dhuafa juga akan menggalang dana dari para donatur di Indonesia untuk mendukung program ini.
Langkah Dompet Dhuafa ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Banyak yang berharap bahwa kolaborasi serupa dapat terus diperluas untuk mencakup lebih banyak kebutuhan dasar masyarakat Gaza, mengingat situasi kemanusiaan di wilayah tersebut masih sangat memprihatinkan akibat blokade dan konflik yang belum mereda.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan para pasien kanker di Gaza tidak lagi merasa sendirian dalam perjuangan mereka melawan penyakit. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Indonesia, diharapkan bisa menjadi harapan baru bagi mereka untuk mendapatkan kesembuhan dan kehidupan yang lebih layak.