
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan pemerintah telah menyedot perhatian masyarakat Banten. Hingga saat ini, sebanyak 5,4 juta jiwa di provinsi tersebut telah memanfaatkan layanan ini. Angka ini menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap program deteksi dini penyakit.
Dari sekian banyak peserta yang memeriksakan diri, dua jenis penyakit kronis mendominasi hasil skrining, yaitu hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes mellitus (kencing manis). Kedua penyakit ini menjadi temuan paling umum di kalangan warga yang mengikuti program CKG.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti, mengungkapkan bahwa temuan ini menjadi alarm bagi masyarakat. “Hipertensi dan diabetes seringkali tidak menunjukkan gejala awal. Melalui CKG, kami bisa mendeteksi lebih dini dan mencegah komplikasi yang lebih serius,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (22/8).
Program CKG sendiri menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia. Setiap peserta mendapatkan serangkaian pemeriksaan dasar, seperti pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, serta kolesterol.
Dengan temuan tingginya kasus hipertensi dan diabetes, Dinkes Banten berencana memperkuat edukasi dan penanganan lanjutan. “Kami akan fokus pada pengelolaan penyakit tidak menular ini, termasuk melalui penyuluhan pola hidup sehat dan akses pengobatan yang mudah,” tambah Ati.
Program CKG di Banten dinilai sukses menjangkau masyarakat luas. Ke depannya, pemerintah berharap kesadaran untuk memeriksakan kesehatan secara rutin semakin meningkat, sehingga angka kesakitan akibat penyakit kronis dapat ditekan.