Trump Klaim Pengemudi Mobil Listrik Mengidap ‘Gangguan Mental’

Home blog Trump Klaim Pengemudi Mobil Listrik Mengidap ‘Gangguan Mental’
Trump Klaim Pengemudi Mobil Listrik Mengidap 'Gangguan Mental'
Trump Klaim Pengemudi Mobil Listrik Mengidap 'Gangguan Mental'

Dalam sebuah pernyataan kontroversial, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan kritik pedas terhadap kendaraan listrik. Trump menyebut para pengemudi mobil listrik seolah-olah memiliki semacam ‘penyakit’ atau gangguan tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah acara kampanye di negara bagian Ohio, Amerika Serikat. Ia mengklaim bahwa pengguna mobil listrik tidak sepenuhnya waras karena memilih kendaraan yang dianggapnya tidak praktis dan mahal.

Serangan Terhadap Kebijakan Ramah Lingkungan

Trump, yang dikenal sebagai kritikus keras terhadap perubahan iklim dan kebijakan ramah lingkungan, mengecam upaya pemerintah saat ini yang mendorong adopsi kendaraan listrik. Ia berargumen bahwa mobil listrik justru merugikan perekonomian dan tidak ramah lingkungan seperti yang diklaim.

“Mereka bilang mobil listrik itu hebat, tapi coba lihat, baterainya butuh waktu lama untuk diisi, harganya mahal, dan jarak tempuhnya terbatas. Hanya orang yang punya ‘penyakit’ yang mau membelinya,” ujar Trump di hadapan para pendukungnya.

Reaksi Publik dan Pakar

Pernyataan Trump langsung menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk para pegiat lingkungan dan industri otomotif. Mereka menilai komentar tersebut tidak berdasar dan justru menunjukkan ketidaktahuan Trump tentang perkembangan teknologi kendaraan listrik.

Sejumlah pakar juga menegaskan bahwa mobil listrik memiliki banyak keunggulan, seperti emisi yang lebih rendah, biaya operasional yang lebih murah, dan efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Mereka berharap pernyataan Trump tidak mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Meski menuai kontroversi, Trump tetap teguh pada pendiriannya. Ia bahkan berjanji akan membatalkan berbagai insentif untuk mobil listrik jika terpilih kembali menjadi presiden pada pemilu mendatang.