Dokter UMM Peringatkan: Gaya Hidup Malas Gerak Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya

Home blog Dokter UMM Peringatkan: Gaya Hidup Malas Gerak Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya
Dokter UMM Peringatkan: Gaya Hidup Malas Gerak Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya
Dokter UMM Peringatkan: Gaya Hidup Malas Gerak Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya

Dokter dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan peringatan keras mengenai bahaya gaya hidup sedentari atau kebiasaan malas bergerak. Kebiasaan seperti terlalu lama duduk atau rebahan tanpa aktivitas fisik dinilai dapat memicu timbulnya berbagai penyakit serius.

Apa Itu Gaya Hidup Sedentari?

Gaya hidup sedentari merujuk pada pola aktivitas yang minim gerakan fisik. Contohnya adalah duduk berjam-jam di depan komputer, menonton televisi dalam waktu lama, atau sekadar rebahan tanpa melakukan kegiatan berarti. Menurut para ahli, kebiasaan ini kini semakin umum di tengah masyarakat modern.

Dampak Buruk bagi Kesehatan

Dokter UMM menjelaskan bahwa gaya hidup malas gerak dapat memicu berbagai penyakit kronis. Beberapa di antaranya adalah obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan pada sistem muskuloskeletal seperti nyeri punggung dan leher. Selain itu, risiko tekanan darah tinggi dan kolesterol juga meningkat secara signifikan.

Lebih lanjut, kondisi ini juga berdampak negatif pada kesehatan mental. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi karena tubuh tidak memproduksi hormon endorfin yang cukup.

Tips Mengurangi Kebiasaan Rebahan

Untuk menghindari risiko tersebut, dokter UMM menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari:

  • Luangkan waktu setidaknya 30 menit untuk berolahraga ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda.
  • Hindari duduk atau rebahan lebih dari 1 jam tanpa jeda. Sempatkan berdiri atau berjalan sejenak.
  • Gunakan tangga daripada lift jika memungkinkan.
  • Perbanyak aktivitas di luar ruangan seperti berkebun atau bermain dengan hewan peliharaan.

Dengan mengubah kebiasaan kecil ini, risiko terkena penyakit serius akibat gaya hidup sedentari dapat ditekan secara signifikan. Kunci utamanya adalah konsistensi dan kesadaran untuk lebih aktif setiap hari.