
Gaya hidup sedentari atau kurang bergerak kini menjadi ancaman kesehatan yang serius. Pakar dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengingatkan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama dan sering rebahan dapat memicu berbagai penyakit berbahaya.
Dampak Buruk Gaya Hidup Sedentari
Menurut para ahli, aktivitas fisik yang minim dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan metabolisme, obesitas, hingga penyakit kardiovaskular. Tidak hanya itu, risiko diabetes tipe 2 dan nyeri punggung juga meningkat drastis pada mereka yang jarang bergerak.
Tips Mengurangi Risiko
Untuk menghindari dampak negatif tersebut, disarankan untuk melakukan peregangan setiap 30 menit sekali, berjalan kaki singkat, atau berdiri sejenak saat bekerja. Olahraga ringan seperti jalan pagi atau bersepeda juga sangat dianjurkan.
Kesadaran akan pentingnya gaya hidup aktif harus terus digalakkan, terutama di era digital yang membuat banyak orang betah duduk berjam-jam di depan layar.