
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap 10.873 orang di wilayahnya. Dari jumlah tersebut, ditemukan sebanyak 186 individu yang dinyatakan positif terinfeksi HIV.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menyampaikan bahwa temuan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini yang dilakukan secara berkesinambungan. Pemeriksaan dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
“Dari total 10.873 orang yang kami periksa, 186 di antaranya positif HIV. Ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes secara rutin,” ujar dr. Husnul dalam keterangannya, Kamis (16/11/2023).
Ia menambahkan, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan hubungan seksual berisiko dan menggunakan jarum suntik secara steril.
“Kami juga memastikan bahwa mereka yang positif mendapatkan akses pengobatan yang layak. Semua pasien kami rujuk ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) secara gratis,” jelasnya.
Dinkes Kota Malang mencatat, kasus HIV terbanyak ditemukan pada kelompok usia produktif, yaitu 25-49 tahun. Sementara itu, faktor risiko utama adalah hubungan seksual tidak aman dan penggunaan narkoba suntik.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Dukungan dan pemahaman yang tepat sangat penting untuk memutus rantai penularan,” pungkas dr. Husnul.