Guru Besar UGM Serukan Pentingnya Rehabilitasi Kardiovaskular untuk Cegah Kematian

Home blog Guru Besar UGM Serukan Pentingnya Rehabilitasi Kardiovaskular untuk Cegah Kematian
Guru Besar UGM Serukan Pentingnya Rehabilitasi Kardiovaskular untuk Cegah Kematian
Guru Besar UGM Serukan Pentingnya Rehabilitasi Kardiovaskular untuk Cegah Kematian

Penyakit kardiovaskular masih menjadi momok menakutkan yang merenggut banyak nyawa di Indonesia. Dalam upaya menekan angka kematian akibat kondisi ini, seorang Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong peningkatan layanan kesehatan rehabilitasi sebagai langkah strategis.

Mengapa Rehabilitasi Kardiovaskular Penting?

Menurut sang guru besar, rehabilitasi kardiovaskular bukan sekadar pemulihan fisik setelah serangan jantung atau operasi. Lebih dari itu, program ini merupakan pendekatan komprehensif yang mencakup latihan fisik, edukasi gaya hidup sehat, serta dukungan psikologis. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup pasien dan mengurangi risiko kekambuhan.

Sayangnya, kesadaran akan pentingnya rehabilitasi masih rendah. Banyak pasien yang hanya fokus pada pengobatan akut tanpa menyadari bahwa pemulihan jangka panjang juga membutuhkan perhatian khusus.

Fakta di Lapangan

Data menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia, termasuk di Indonesia. Tanpa penanganan yang tepat, pasien yang selamat dari serangan jantung atau stroke memiliki risiko tinggi untuk mengalami komplikasi berulang yang bisa berakibat fatal.

Oleh karena itu, integrasi layanan rehabilitasi dalam sistem kesehatan nasional menjadi krusial. Guru Besar UGM menekankan bahwa investasi dalam fasilitas dan tenaga ahli rehabilitasi kardiovaskular akan memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka kematian serta meningkatkan produktivitas masyarakat.

Langkah yang Diusulkan

Beberapa rekomendasi yang diajukan antara lain:

  • Memperkuat program rehabilitasi di rumah sakit rujukan.
  • Menyediakan pelatihan bagi tenaga kesehatan agar mampu memberikan layanan rehabilitasi yang optimal.
  • Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemulihan pasca-perawatan kardiovaskular.

Dengan langkah konkret ini, diharapkan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular dapat ditekan secara nyata, dan pasien bisa kembali menjalani hidup yang lebih sehat dan bermakna.